Outing akhir tahun sering kali berakhir jadi wacana karena satu hal: jadwal semua orang sudah keburu penuh, sementara kalender kantor tinggal punya satu kotak kosong sebelum libur panjang. Di titik itulah Paket Bumi Sehari berasa kayak cheat code—kamu bisa dapat suasana alam, aktivitas seru, dan momen kebersamaan, tapi cukup menghabiskan satu hari saja, tanpa perlu ambil cuti berlembar-lembar.
Konsep Paket Bumi Sehari sederhana: satu hari penuh di Bandung Selatan dengan kombinasi rafting dan aktivitas outbound lain, lalu sorenya semua sudah bisa pulang dengan badan capek enak dan hati lumayan sembuh dari drama deadline. Programnya dirancang padat tapi nggak bikin pingsan; yang penting, dari pagi sampai menjelang sore, waktu kamu benar-benar dipakai buat hal yang jauh dari notifikasi laptop dan meeting online.
Begitu sampai di lokasi, tim langsung diajak kumpul untuk sesi ice breaking. Di sini, semua titel dan jabatan pelan-pelan ditaruh di “loker imajiner” dulu—yang ada cuma orang-orang yang sama-sama butuh ketawa. Lewat games pendek dan gerakan ringan, suasana langsung cair, terutama buat mereka yang biasanya cuma saling lihat nama di email. Buat tim yang sepanjang tahun isinya rapat melulu, momen ini saja sudah cukup bikin suasana berubah beberapa derajat lebih hangat.
Setelah itu, barulah masuk ke highlight utama: rafting sepanjang kurang lebih 4,8 km, dengan durasi sekitar 90 menit. Sungai yang mengalir di kawasan Pangalengan jadi arena di mana semua orang harus kompak, mau tidak mau. Di atas perahu, orang yang biasanya paling pendiam bisa tiba-tiba jadi komandan dayung, sementara yang paling galak di grup kerja bisa saja jadi yang paling kencang teriak “pegangan!” saat perahu ketemu jeram. Justru di situ letak healing-nya—ketika kamu bisa teriak lega di alam terbuka, bukan cuma di dalam hati.
Keamanan tentu tetap nomor satu: peserta dibekali pelampung, helm, dan diajari posisi duduk, cara mendayung, juga apa yang harus dilakukan kalau ada sedikit drama di jeram. Ada pemandu berpengalaman di setiap perahu dan tim pendukung di sekitar jalur, jadi kamu bisa fokus menikmati aliran sungai dan tawa satu perahu. Healing-nya bukan cuma dari pemandangan dan udara dingin, tapi juga dari rasa “oh, ternyata kita bisa kerja sama di situasi yang bukan cuma di ruang rapat”.
Selesai main air, tubuh biasanya mulai ingat kalau ia butuh makan. Di sinilah sesi makan siang jadi penting—bukan hanya buat isi tenaga, tapi juga jadi waktu resmi gosip tentang siapa yang paling panik, siapa yang paling jago mendayung, dan siapa yang kejebur tapi malah ketawa paling kencang. Di sekitar meja makan, obrolan yang tadinya hanya seputar pekerjaan, pelan-pelan melebar ke cerita hidup, hobi, dan hal-hal kecil yang bikin tim terasa lebih manusiawi.
Tergantung paket yang dipilih, kegiatan bisa dilanjut dengan aktivitas lain seperti flying fox lintas danau, paintball, ATV, atau fun offroad. Aktivitas-aktivitas ini menambah bumbu adrenalin sekaligus bahan cerita baru ketika semua sudah kembali ke kantor. Dari sisi perusahaan, ini semacam investasi soft-skill: rasa percaya diri, keberanian ambil risiko kecil, dan kemampuan tertawa ketika hal tidak seratus persen sesuai rencana. Dari sisi peserta, ya jelas: seru, capek enak, dan feed media sosial yang mendadak lebih berwarna.
Kelebihan terbesar Paket Bumi Sehari ada pada kata “sehari” itu sendiri. Tim bisa berangkat pagi, menikmati seluruh rangkaian kegiatan, lalu sore atau malam sudah kembali ke rumah masing-masing. Besoknya, kalaupun harus masuk kerja, yang dibawa bukan cuma pegal di lengan karena mendayung, tapi juga mood yang jauh lebih ringan dan hubungan antar rekan kerja yang terasa lebih dekat. Dalam satu hari, kamu memang tidak bisa menyelesaikan semua masalah kantor, tapi kamu bisa mengisi ulang energi orang-orang yang mengerjakan masalah itu sepanjang tahun. Itu bentuk healing yang cukup realistis, dan Bumi Sehari dirancang tepat untuk kebutuhan itu.
